Perkawinan Hayam Wuruk


Adipati Sengguruh

Geger Batavia

Berdirinya Singosari

Warok Suromenggolo
Close Panel
Home
  • Assalaamu’alaikum Wr.Web. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rodhonya berbagai pagelaran Ketoprak Guyonan Campur Tokoh dapat terlaksana sesuai rencana. Kami bangga dan berterima kasih yang sebesar-besarnya pada para tokoh yang telah mendukung pagelaran-pagelaran Guyonan Campur Tokoh ini.

    Read more...
  • Berawal dari kecintaan pada budaya bangsa dan hasil alam, Puspo Budoyo selain sebagai Pusat Paduan Nusantara juga sebagai Pusat Bebatuan Alam Nusantara. Sementara sanggarnya sendiri berdiri di atas lahan yang luas bernuansa alam dilokasi yang mudah ditempuh. Tempat parkir luas, tepat untuk Pesta Pernikahan, Garden Party, Rapat/Pertemuan Keluarga, Pagelaran Kesenian lengkap 1 set alat band berikut sound system komplit, lighting set, wayang kulit, seperangkat gamelan jawa. Bisa untuk Shooting Video Clip.

    Read more...
  • Visi dan Misi Rumah Budaya Puspo Budoyo adalah Apresiasi kepada Seni-Budaya Tradisional Indonesia, antara lain Ketoprak, Wayang Orang, Ludruk, Lenong Betawi, Keroncong, Gambang Kromong dan Campursari agar tetap.

    Read more...
  • Kesuksesan Rumah Budaya Nusantara Puspobudoyo tentunya tidak terjadi dengan sendirinya. Banyak factor pendukung kesuksesannya, yang pertama tentunya campur tangan Yang Maha Kuasa, Tokoh, dan terutama pengurusnya. 

    Read more...
Berita Utama Rumah Budaya Puspo Budoyo
PAGELARAN KETOPRAK "DAMARWULAN WINISUDHA" PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Friday, 04 April 2014 14:46


Pada tanggal 14 Februari 2014, RBN Puspo Budoyo bekerjasama dengan Komunitas Energi menyelenggarakan Pagelaran Ketoprak Tokoh Energi menampilkan cerita "Damarwulan Winisudha" dengan Sutradara Irwan Riyadi. Penonton tampak memenuhi pagelaran yang diselenggaraka di Grand Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan ini. Inilah untuk pertama kalinya pagelaran ketoprak Puspo Budoyo diselenggarakan di sebuah hotel Bintang Lima, suatu apresiasi yang luar biasa kepada pagelaran teater tradisi seperti ketoprak.

 
Perlunya “ Wawasan Heritage ” sebagai Landasan Pelestarian Seni Tradisi PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Thursday, 19 December 2013 05:05

Tidak terasa, Paguyuban ‘Puspo Budoyo’ yang didirikan oleh Luluk Sumiarso bersama isterinya, Lies Luluk Sumiarso pada tanggal 6 Agustus 2003 ini telah melewati usia satu dasawarsa. Organisasi yang semula berupa paguyuban ini berkembang menjadi sanggar budaya yang tidak hanya melestarikan dan mengembangkan seni tari dan teater tradisi Jawa saja tetapi juga senitari dan teater tradisi Nusantara, sehingga dan kemudian berganti nama menjadi Rumah Budaya Nusantara (RBN) hingga kini.
Mendekati tutup tahun 2013, dengan dukungan sponsorship dari berbagai perusahaan yang mempunyai kepedulian terhadap seni tradisi Nusantara, dan dedikasi yang tinggi dari para Pengurus dan pemusik/penarinya, RBN telah melakukan 60 kali pagelaran keptoprak/wayang orang/ludruk/lenong yang dimainkan oleh lebih dari 700 tokoh masyarakat, menggelar 11 kali sendratari dengan kisah Majapahit, Ramayana, Mahabharata, dan legenda Sunda Ciung Wanara. RBN  ‘Puspo Budoyo’ juga telah melakukan 7 kali muhibah budaya untuk membantu mengharumkan nama bangsa Indonesia ke berbagai negara, yaitu di Schagen, Belanda (2007), Valensia-Spanyol (2008), Lefkada-Agrinio-Athena, Roma (2009), Santiago, Chili (2010), Madrid-Barcelona, Spanyol (2011 dan 2012), dan terakhir di Brescia-Roma, Italia (2013).

 
SEBAGIAN PEMUSIK/PENARI PUSPO BUDOYO SINGGAH DI POMPEI PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Thursday, 12 December 2013 21:27

Sebagaian pemusik/penari RBN "Puspo Budoyo" yang telah selesai melakukan pagelaran yang mendapat sambutan yang meriah di Brescia dan Roma, meluangkan waktu untuk mengunjungi  Situs di Pompei, Italia. Pompei merupakan sebuah kota yang tertimbun letusan Vesuvius di tahun 79 Maseho (Abad Pertama). Letusan tersebut demikian tiba-tiba sehingga penduduknya tidak sempat mengungsi dan ikut tertimbun bersama reruntuhan bangunan. setelah letusan, Pompei terkubur oleh debu setebal sekitar 6 meter.

Setelah dilakukan ekskavasi, ternyata ditemukan sebuah struktur kota yang sangat maju dan tertata rapi berperadaban tinggi. Ditemukan juga bentuk manusia yang masih utuh terbungkus debu volkanik sepeti patung yang sedang tidur. Terdapat juga bekas bangunan amphi-teater yang terbuat dari batu dan masih utuh. Sekarang ini, Pompei merupakan tempat tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun dari manca negara.

 
Tim "Puspo Budoyo" singgah di Menara Pisa, Italia. PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Saturday, 07 December 2013 10:18

Setelah sukses dengan pagelaran di Gereja Xaverian di Brescia, Italia Utara tanggal 9 Desember 2013, kesokan harinya Tim RBN "Puspo Budoyo" bergerak meninggalkan Brescia menuju Roma. Dalam perjalanan, Rombongan menyempatkan singgah di Menara Pisa. Ketika sampai di lokasi, hujan turun dengan lebat sehingga rombongan harus menunggu beberapa saat dalam bus.

Akhirnya hujan reda juga sehingga rombongan segera menghambur ke lokasi menara yang sudah miring itu. Konon posisi menara Pisa ini dari tahun ke tahun semakin miring. Kemiringan menara ini menimbulkan inspirasi para pengunjung untuk berpotret dari kejauhan sehingga seolah tampak menahan agar menara tidak semakin miring.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 19

 RUMAH PUSPO
The Home of RBN Puspo Budoyo








NUS-INSTITUTE
N u s a n t a r a I n s t i t u t e


Menggali, mengembangkan, dan menyebarluaskan nilai-nilai, tradisi dan kepemimpinan Nusantara


PB on Youtube



PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday475
mod_vvisit_counterYesterday602
mod_vvisit_counterThis week1077
mod_vvisit_counterLast week4783
mod_vvisit_counterThis month14899
mod_vvisit_counterLast month19868
mod_vvisit_counterAll days948172

We have: 4 guests, 3 bots online
Your IP: 54.205.173.252
 , 
Today: Apr 21, 2014

Pelawak Mumpuni

Pelawak VS Pengusaha
Ketika Pelawak&Pengusaha Melakonkan “Cheng Ho”.Kemampuan pelawak Eko DJ, Topan, Kirun dan Marwoto, untuk berinteraksi dengan pemain lainnya sangat apik. Selengkapnya

Sang Sutradara

Aries Mukadi
Lahir dari keluarga pemain ketoprak. Selama mengandung dirinya, ibu Aries tetap bermain ketoprak. Pada saat pentas dari panggung ke panggung. Selengkapnya

Cinta Seni Tradisional

Menghargai Seni Ketoprak
Sedikit berkeringat setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya tiba juga di tempat tujuan yang dimaksud. Selengkapnya

Parawisata Budaya

Mungkah Parawisata Budaya Maju?
Mengapa orang dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan sebagainya datang berduyun-duyun ke pantai Kuta dan pantai Sanur di Bali? Selengkapnya