|
Thursday, 10 May 2012 12:31 |
|
Seni Reyog Ponorogo "Puspo Budoyo" akan ikut tampil dalam Muhibah Budaya ke Spanyol oleh Yayasan Batik Iwan Tirta bersama Rumah Budaya Nusantara "Puspo Budoyo" ke Spanyol, yang akan berangkat akhir bulan Mei 2012 ini. Muhibah ini akan menampilkan peragaan koleksi batik Iwan Tirta dan Tari Tradisi dari beberapa daerah di Indonesia diiringi Musik Kolaborasi Nusantara dari RBN Puspo Budoyo. Mereka akan tampil di Kota Madrid dan Barcelona. Bagi Puspo Budoyo, muhibah ini akan merupakan yang kedua kalinya ke Madrid dan Barcelona, Spanyol, setelah tahun lalu sukses melakukan pagelaran serupa, namun belum menyertakan Reyog Ponorogo. Tahun sebelumnya, Puspo Budoyo telah melakukan Muhibah Budaya ke Schagen - Belanda (2007), Valencia - Spanyol (2008), Lefkada, Agrinio dan Athena - Yunani, dan Santiago - Chile (2010).
Saat ini sedang dilakukan latihan yang intensif di RBN Ciputat, Tangerang Selatan, bersama para penari dan pemusik. Preview Muhibah Budaya ke Spanyol tersebut akan diselenggarakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada tanggal 12 Sepyember 2012.
|
|
Written by Tim Redaksi
|
|
Friday, 04 May 2012 10:08 |
|
Meninggalnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu pada tanggal 2 Mei 2012 meninggalkan kenangan yang mendalam bagi Paguyuban Puspo Budoyo. Almarhumah pernah ikut main Ketoprak Guyonan Campur Tokoh PUSPO BUDOYO di bawah Pimpinan Luluk Sumiarso pada Pagelaran ke-42 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), yang kala itu mengambil cerita "Merah Putih Mencegah Perang".
Pagelaran ini disaksikan oleh Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono beserta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Dalam cerita yang merupakan bagian dari serial cerita Keris Nagasasra Sabuk Inten karya S.H. Mintardja dan disutradarai oleh Aris Mukadi ini, Almarhumah berperan sebagai Permaisuri Sultan Trenggono yang diperankan oleh Staf Khusus Presiden RI Heru Lelono. Para tokoh yang ikut main dalam pagelaran ini antara lain Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Gubernur Jatim Sukarwo, Sekjen Depkes, Kepala Badan POM, Dirut PLN Dahlan Iskan, Dirut RRI Parni Hadi, serta Remy Syahdeini dan Luluk sendiri sebagai Pembina Puspo Budoyo.
|
|
Written by Tim Redaksi
|
|
Saturday, 28 April 2012 22:21 |
|
Pada hari Senin tanggal 23 April 2012, Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI) menyelenggarakan Peringatan Ulang Tahun ke-22 di Jakarta yang dibuka oleh Wakil Menteri bidang Kebudayaan Dr. Windu Nuryati, mewakili Menteri Pendidikanndan Kebudayaan yang berhalangan hadir. Acara peringatan ini ditandai dengan penyerahan penghargaan Anugerah Kebudayaan MURI oleh Ketua Umum MURI kepada beberapa tokoh untuk kepeloporan di berbagai bidang. Di antara yang mendapat anugerah adalah Ibu Linda Agum Gumelar (Menteri UPWPA), Ibu Tisna Jero Wacik, Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI), Jokowi (Walikota Solo), Nurmahmudi (Walikoya Depok) dan Peni (Walikota Malang). Termasuk yang mendapat anugerah adalah Luluk Sumiarso, Pembina Puspo Budoyo, yang diberi anugerah kebudayaan MURI karena kepeloporannya dalam pelestarian dan pengembangan Ketoprak.
|
|
Written by Tim Redaksi
|
|
Sunday, 22 April 2012 18:53 |
|
Dalam rangka penyusunan kepengurusan PAWARGO (Paguyuban Warga Asal Ponorogo) se JAbodetabek, telah diadakan pertemuan pada Jumat 19 April 2012 di Pendopo Rumah Budaya Nusantara (RBN) "Puspo Budoyo", Kampung Sawah Ciputat. Sebagaimana diketahui, Bapak Luluk Sumiarso yang juga sebagai Pembina Puspo Budoyo, telah terpilih sebagai Ketua Umum Pawargo Jabodetabek perioda 2012 -2015.
Dalam kepengurusan yang baru, Bapak-bapak yang duduk dalam kepengurusan antara lain Abimanyu Suyoso (Wakil Ketua Umum), Suparwanto (Sekretaris Umum), dan Yulianto (Bendahara Umum), sedangkan Ketua Umum PAWARGO Jabodetabek yang lama, yaitu Bapak Suroso, duduk sebagai salah satu Pembina/Penasehat. kepengurusan masih akan dilengkapi dengan bidang-bidang.
|
|
Written by Tim Redaksi
|
|
Wednesday, 18 April 2012 18:22 |
|
Sungguh merupakan kehormatan bawa Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo di Ciputat, Tangerang Selatan mendapat kunjungan dari 10 Wartawan dari Australia, Laos, Malaysia, Nepal dan Papua Nugini yang sedang mengikuti Asia Pacific Dialogue Program dari Asia Pacific Journalism Center (APJC). Setelah berdiskusi masalah energi terbarukan dan perubahan iklim, rombongan mendapat sajian Aneka Tari Nusantara dari Grup Puspo Budoyo, yaiti Tari Bajidor Kahot, Tari Topeng, dan Tari Saman. Rombongan sangat atusias dan terkesan dengan tarian yang sangat dinamis tersebut. Selesai pagelaran dilanjutkan dengan acara Foto bersama antara rombongan dan para penari Serta Pengurus Puspo Budoyo.
|
|