Home Publikasi Serba-Serbi
Serba-Serbi
Menghargai Seni Ketoprak PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Friday, 26 February 2010 23:48

Sedikit berkeringat setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya tiba juga di tempat tujuan yang dimaksud. Sebuah areal rindang yang marak dengan suara dentingan musik gamelan Jawa. Beberapa orang tampak meliak-liuk dengan selendang di pinggang, sementara yang lainnya sibuk memainkan irama musik gamelan.

Di tengah panggung, terdengar suara orang berbincang dengan suara keras sembari menggenggam lembaran kertas yang penuh coretan. Diantara mereka kadang tertawa, kadang tampak serius sembari mengintip lembaran-lembaran kertas.

Last Updated on Saturday, 27 February 2010 21:50
 
Ulus dan Joko, Dua Warga Grobogan yang Berobsesi Jadi Produser Acara PDF Print E-mail
Written by Tim Redaksi   
Friday, 26 February 2010 11:21

Latihan Berhari-hari, Tayangannya Hanya Satu Jam
Sejak beberapa waktu lalu, TVRI punya program acara 'Gong Campursari Campur Tokoh'. Siap sangka, jika dalam acara ini orang Grobogan yang terlibat di dalamnya. Siapa dia?

BEBERAPA hari lalu, Radar Kudus baru saja pulang dari Jakarta. Saat berada di Ibukota, koran ini sempat bertemu dengan Lulus Catur Lukito, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Pria 32 tahun ini sebelumnya sempat dikenal sebagai pemain sinetron kisah perjalanan grup band Dewa dan beberapa sinetron lainnya.

Last Updated on Friday, 26 February 2010 11:28
 
Ketika Pelawak dan Pengusaha Melakonkan “Cheng Ho” PDF Print E-mail
Written by Sihar Ramses Simatupang   
Sunday, 19 April 2009 02:07

Kemampuan pelawak Eko DJ, Topan, Kirun dan Marwoto, untuk berinteraksi dengan pemain lainnya sangat apik. Sehingga, akting Preskom PT Kalbe Farma Yohanes Setijono yang berperan sebagai Kaisar Muda Syang Wu dan Presdir Enseval Teddy Imam Suwahyo sebagai Chen Tsu pun jadi menguat dan utuh di atas panggung.

Ketoprak Guyonan Campur Tokoh “Puspo Budoyo” Pimpinan H Luluk Sumiarso, nama kelompok ketoprak ini menjelaskan latar kolaborasi antarprofesi itu. Sebagaimana sajian ketoprak khas Jawa Tengah, musik dan kostum Jawa tetap diramu dengan ungkapan bahasa Jawa gaya ngoko. Untuk narasi penting, biasanya tetap diungkapkan dengan bahasa Indonesia atau sesekali kromo.

Bahkan untuk berperan sebagai orang-orang kerajaan Chen Tsu pun, para pemain ketoprak ini tetap mengeluarkan dialog-dialog yang kental ala ketoprak. Pakaian kerajaan Tiongkok yang megah. Kisah yang mengangkat lakon Cheng Ho dalam Perang Paregreg.

Yang terlibat untuk pementasan Paguyuban Puspo Budoyo di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (17/4), kali ini adalah semua karyawan dan pengusaha farmasi, yaitu antara lain Pharma Materials Management Club, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia dan Dexa Medica. Mereka, baru kali ini tampil di panggung sebuah pementasan ketoprak.

Last Updated on Monday, 05 March 2012 08:28
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

 KEGIATAN RBN

Kegiatan Rumah Budaya Nusantara (RBN) Puspo Budoyo. Selain melakukan pagelaran sendratari secara rutin, baik Sendratari Ramayana maupun... selengkapnya


PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday137
mod_vvisit_counterYesterday1212
mod_vvisit_counterThis week137
mod_vvisit_counterLast week17344
mod_vvisit_counterThis month52058
mod_vvisit_counterLast month71022
mod_vvisit_counterAll days698579

We have: 5 guests, 1 bots online
Your IP: 23.22.212.158
 , 
Today: May 20, 2013